JASA KONSULTAN

Basic Konsultan adalah menjual ide yang diikat dalam bentuk tulisan atau gambar, atau keduanya. Tanpa satu atau keduanya, konsultan tidak meninggalkan apa-apa kepada kliennya. Deliverables itulah yang menjadi acuan bagi klien untuk dikerjakan di internal perusahaan, nantinya.

Desainer (konsultan) interior atau arsitek misalnya; ide yang mereka jual harus didokumentasikan sebagai laporan ke hadapan kliennya. Tidak mungkin hanya dalam format vokal saja ketika presentasi.

Jadi, selain berbicara, membaca dan menganalisis (berpikir), menulis juga termasuk bagian penting dalam kompetensi seorang konsultan. Demikianlah hebatnya pekerjaan ini sehingga mungkin masih jauh masa di mana teknologi digital (misalnya, Big Data) mampu menggantikan pekerjaan konsultan.

Implikasi lain dapat kita rasakan pada perhitungan pekerjaan konsultan yang lebih didominasi oleh perhitungan man hour atau man day. Kompetensi pribadi seperti ini biasanya memang jarang dimiliki dan oleh sebab itu pengupahannya juga berdasar jam atau harian.

Dalam dunia Konsultan pertama adalah hindari kata atau kalimat yang tidak perlu. Every word/sentence must matters. Ini maksudnya agar seorang konsultan, yang direpresentasikan oleh tulisannya sendiri, tidak bertele-tele dalam menyampaikan gagasannya.

Penjelasan tersebut tentu bisa ditulis panjang, tetapi karena ruang tulisan dan waktu pembaca sangat terbatas, sehingga konsultan harus memasukkan gagasan yang benar-benar penting saja. Tidak ada kalimat yang tidak penting. Semua unsur kalimat menyusun paragraph menjadi satu kesatuan makna yang utuh. 

Yang kedua, nama dan pekerjaan seorang konsultan sudah dipertaruhkan sejak awal, sejak ketika namanya menjadi bagian dari tulisan/gambar tersebut. Kredo yang tepat untuk mengilustrasikan ini adalah, Your name is on the line.

Karena sejak nama konsultan tersebut tertulis di halaman depan laporan atau artikel Koran/majalah itulah, dia akan mempertaruhkan nama baiknya sendiri atas kualitas gagasan/riset yang telah dia lakukan dan menjadi dasar dari usulan-usulan dia. Baik usulan kepada klien maupun kepada masyarakat umum. Mengambil contoh konsultan manajemen, tidak heran bila tenaga-tenaga ahli tersebut sangat terbatas jumlahnya dan cenderung mengenal satu sama lain. Tidak lain dan tidak bukan adalah karena tanggung jawab besar yang memang tidak semua orang sanggup memikul beban kerja sebagai konsultan.

Tantangan berikut yang terbesar adalah dalam menyusun tulisan / gambar yang speak for itself. Maksudnya adalah tanpa dijelaskan secara langsung pun, mereka yang membacanya dapat memahami dengan sendiri.

Terus terang ini tidak mudah, dan skill ini yang masih terus diasah setiap waktu oleh para konsultan. Di sisi lain, dokumen yang sama juga harus “cantik” untuk dipresentasikan. Jadi bukan dokumen proposal/laporan yang padat dengan kata-kata sehingga “menyakitkan mata” tapi juga bukan sekedar tabel dan gambar yang multiinterpretatif dan sulit dipahami oleh pembaca dokumennya.

Tulisan/video di media massa yang mudah dipahami oleh pembaca. Sehingga bahasa yang digunakan harus dalam tingkat yang mudah dipahami.

Demikian uraian singkat ini. Semoga bermanfaat